Pulau Mansinam difoto dari Manokwari  
M A N S I N A M share:
Share http://mansinam.com on Facebook Share http://mansinam.com on twitter
Munculnya Terang Di Tanah Papua
Home | Tentang kami | Buku Tamu |
Sejarah | Berita | Peta Situs | Download |
A L K I T A B
Perjanjian Baru
Perjanjian Lama

NYANYIAN ROHANI
Daftar Isi
Daftar Judul

LAGU ROHANI
Kidung Jemaat
Mazmur
Seruling Mas
Suara Gembira
Lirik
Lirik & Chord

Jasa Pembuatan Website di Manokwari Hub. 081 248 03 4400

Materi Ibadah
Kesepuluh Firman
Hukum yang Terutama
Doa "Bapa Kami"
Pengakuan Iman Rasuli
 

Nyayian Rohani No 191 - 197:
YERUSALEM BARU

191. Yerusalem Mulia dan Kudus, Rinduan Hatiku
do=es 4/2

Ye-ru-sa-lem mu-li-a dan ku-dus, rin-du-an ha-ti-ku!
'Ku ter-ge-rak hendak terbang te-rus ke puncak bu-kit-mu,
di-a-tas hutan rim-ba dan gunung dan lem-bah,
su-pa-ya a-ku ti-ba di ne-ge-ri ba-ka.

Sejahtera, kusambut fajarmu dengan kesukaan!
Bahagia di rumah Tuhanku t'lah disediakan.
Kutinggalkan di bawah segala belenggu
dan kuserahkan nyawa ke tangan Tuhanku.

Ya kota t'rang, kumohon apalah kaubuka pintumu,
Di dunia, alangkah lamanya, t'lah rindu hatiku
meninggalkan semua kesia-siaan,
agar kudapat jua terang kesungguhan.

'Ku bertemu ribuan yang kudus, suatu tentara.
Merekalah yang sudah ditebus dan putih jubahnya.
Yaitulah saudara yang diselamatkan;
digantikan sengsara dengan kesukaan.

Terkumpullah nabi sekalian dan moyang terkenal
dan Kristen pun yang mempersaksikan kerajaan kekal,
yang dulu menderita salib dan siksanya,
kekal bersukacita di tanah air baka.

Ah Firdaus, nyanyianmu merdu dan warnamu segar,
udaramu dan tamanmu penuh kesukaan benar.
Kemuliaan sorga t'lah masuk hatiku
dan 'ku menyanyi juga menurut lagumu.

Dengar, dengar! Kecapi dan gendang membantu nyanyian,
semuanya di ruangan terang bertari-tarian.
Bunyinya riang-riang, sebagai t'lah pernah
segala bintang sian gmemuji Tuhannya.

'Ngkau maksudku, Yerusalem kudus! Hatiku berdebar.
'Ku tergerak hendak terbang terus ke s'lamatmu benar.
Hai marilah, malaikat, ulurkan tanganmu,
supaya 'ku berangkat ke tanh airku.


192. Yang T'lah Menang K'lak Dari Buah
do=es 3/4

Yang t'lah menang k'lak ma-kan
da-ri bu-ah pohon ha-yat
di da-lam fir-daus-Ku.
Tak a-da maut dan ke-su-sah-an ju-a di pan-tai
la-ut ka-ca te-duh.
Air ke-be-nar--an
dan ke-ge-mar---an t'rus ber-pan-car-an
di ta-man-Ku, t'rus ber-pan-car-an di ta-man-Ku.

yang t'lah menang hatinya tak terharu
kematian yang membinasakan.
kepadanya Kub'rikan nama baru
dan nama itu tak terhapuskan.
Yang Bapa punya dapat karunia
di dalam dunia yang tak fana ...(2x)

Ya Tuhan Yesus, tolong aku juga,
supaya aku tahan dan menang.
B'ri dari sini pun kulihat sorga,
sehingga jalanku tetap terang.
B'ri 'ku percaya dalam bahaya
dan tipu daya pelawan-Mu ... (2x)


193. T'lah dari Jauh Kulihat Tahkta-Mu di Dunia
do=f 4/4

T'lah da-ri ja-uh ku-li-hat takh-ta-Mu,
hing-g'a ku su-ka'ngembang-kan sa-yap-ku,
jauh da-ri du-nia yang a-kan ma--ti.

T'rang matahari terpadam sinarnya,
kena cahaya terang-Mu yang cerah.
Ah, jika hari ini juga
'ku dekat Tuhan di dalam sorga

Tetapi aku yang masih melekat
kepada dunia dan dosa yang berat,
tak patut menghampiri batas
tempat yang suci dan jauh di atas.

Meski berduka, dan hati menyesal,
'ku menengadah ke t'rang-Mu yang kekal.
Sekali nanti aku juga
Kausambut, Bapa, di rumah sorga.


Ke Atas

194. Jauh dari Tahanku, Dagang di Dunia
do=es 3/4

Jauh da-ri ta-nah-ku, da-gang di du-nia,
'ri-du-kan s'la-mat yang tia-da se-mu-nya,
'ku ber-se-ru: Tu-han, ka-pan ge-nap
ha-ri ke-luh-ku di ju-rang ge-lap?

Di tepi sungai hayatlah tempatnya
kota baka yang beralaskan ratna.
Tampaklah pintu mutiara cerlang,
jalan mas tulen bercah'ya terang.

Rindu-dendam 'kan berhenti di sana;
sampai selamanya habis bencaya.
Kota emas menerangi tetap
jalanku ini di bumi gelap.

Itulah kota tempat pertemuan
kita semua, dihimpunkan Tuhan
dalam t'rang Surya yagn tak terbenam;
Kristus menang atas malam kelam.


195. Betapakah 'Pabila Kita juga
do=c 2/4

Be-ta-pa-kah'pa-bi-la ki-ta ju-ga,
se-se-le-sai kem-ba-ra du-ni-a
Di-si-nar-i ca-ha-ya da-ri sor-ga,
dan ki-ta ma-suk pintu gerbang
nya. Ke-ti-ka ki-ta dengan
kesu-ka-an meli-hat
Tuhan dalam t'rang cerah.
Ser-ta memandang s'lamat
ke-ra-ja-an yang ki-ni
ki-ta ha-rap da-tang-nya.

Betapakah 'pabila kita mandi
di t'rang baka yang tiada malamnya.
Dan kita heran karena menjadi
manusia yang tidak bercela.
Dan kita tak diganggu oleh dosa
dan tak ketakutan dan tak cemas.
Disambut dalam negeri sentosa,
tempat manusia yang terlepas.

Siapkah telah pernah mengira
keindahan t'rang Tuhan yang cerah.
Kemuliaan sorga tak terkira
dan alangkah besarnya persa-Nya.
Ayo! dengarlah Yang Memanggil kita,
dan jangan takut curam bukit-Nya.
Di sana, heran dan bersukacita,
k'lak kita masuk kota-Nya baka.


196. beribu-ribu Laksa, BerpakaianCerlang
do=as 4/4

Be-ri-bu-ri-bu lak-sa, ber-pa-kai-an cer-lang,
se-ha-la ten-ta-ra kudus naik tingkat-tingkat t'rang.
T'lah ta-mat, su-dah ta-mat pe-rang di du-ni-a,
Ga-pu-ra ne-ge-ri e-mas membu-ka pintu-nya.

Terdengar haleluya dan sorak-soraian,
kecapi dan rebana pun beribu-ribuan.
Sempurna kesukaan seisi dunia,
bergentilah keluh-kesah segala makhluknya.

Senanglah pertemuan di kanaan permai,
tempat saudara dan teman tak usah bercerai!
Tak ada lagi janda berkabung-kabungan,
tak ada anak piatu pun bertangis-tangisan.

Ya Anak Domba Allah, lepaskan umat-mu!
Naik, takhta pemerintahan yang s'lamatnya teguh.
Ya Pengharapan dunia kiranya muncullah
di langit tinggi tanda-Mu dan datang segera!


197. Hai Putri Sion, Bangunlah, Kebaskanlah Debu
do=a 4/4

Hai Putri Si-On, ba-ngunlah, ke-bas-kan-lah le-bu,
t'lah ti-ba jam ba-ha-gi-a, te-gak ke-pa-la-mu!

Perbarui kekuatan, berpakailah permai,
tebitlah kemerdekaan, sengsara selesai.

Bangunkan pula kota-Mu seindah-indahnya,
beri bentara berseru: "Berpesta-pestalah!"

Segala orang buangan t'lah asyik berkemas,
hendak pergi ke Kanaan,ke negeri lepas.

Di tengah nyala duni dan kebinasaan
akhirnya umat Tuhanlah dipeliharakan.

Lepas pun dari hukuman berkumpul umat-Nya
dan masuk ke Kerajaan, berlutut menyembah.


 
TOKOH
Johann G Geissler
Johann G Geissler

Carl W. Ottow
G. Jaesrich

Follow pulau_mansinam on Twitter Pulau Mansinam on facebook

Foto-foto Sejarah

Denah Mansinam
Tampilan Terbaik:
Resolusi 1024 x 768